Halo semuanya 🫡
Kali ini gue mau berbagi pengalaman trekking ke curug di daerah Sentul. Curug yang kami kunjungi ada tiga: Curug Ciburial, Curug Kembar, dan Curug Hordeng. Ketiga curug ini berada di area yang berdekatan.
Untuk trekking kali ini, kami menggunakan jasa pemandu lokal karena belum tahu medan sama sekali. Selain itu, kami juga memakai jasa ojek yang mengantar dari titik jemput JungleLand Adventure Theme Park menuju titik awal trekking.
Perjalanan dimulai pukul 07.00. Kami berangkat naik motor dari daerah Jakarta Barat menuju JungleLand. Berkendara santai di Sabtu pagi memakan waktu sekitar dua jam. Setelah sampai, kami memarkirkan motor, bertemu pemandu, lalu melanjutkan perjalanan sekitar satu jam menuju titik awal pendakian.
Rute menuju titik awal sudah mulai berkelok-kelok, dengan tanjakan curam dan turunan tajam. Pemandangan khas Sentul pun mulai terlihat: latar perbukitan hijau di tengah hamparan ladang.

Kami tiba di titik awal trekking sekitar pukul 10.00. Setelah pemanasan dan berdoa, perjalanan dimulai pukul 10.20. Sebelum berangkat, kami ditawari dua opsi jalur: backtrack atau looping via susur sungai.
Kalau memilih backtrack, artinya berangkat dan pulang lewat rute yang sama. Sementara jalur looping membentuk rute melingkar dengan pemandangan berbeda sepanjang perjalanan. Kami memilih jalur susur sungai karena kapan lagi bisa trekking melintasi sungai, kan?

Perjalanan dimulai. Jalurnya asri, dipenuhi pepohonan lebat. Tapak jalannya didominasi bebatuan kerikil. Sebelum jalan, kami juga diberi briefing bahwa rute berangkat akan lebih banyak menurun, sementara perjalanan pulang didominasi tanjakan.
Masuk akal, karena tujuan kami adalah curug yang berada di bawah area sungai. Urutan titik yang akan dilalui yaitu: titik awal trekking, sungai, Curug Ciburial, Curug Kembar, lalu terakhir Curug Hordeng sebelum kembali ke titik awal.
Tujuan pertama adalah turun menuju sungai. Setelah sekitar 1 km awal, jalur mulai makin menurun. Bahkan ada beberapa bagian jalan yang terlihat ambles, menyisakan tapak sempit yang harus dilewati dengan hati-hati. Sekitar satu jam kemudian, kami sampai di bibir sungai. Di sinilah tantangan dimulai.


Awalnya gua kira jalur susur sungai hanya berjalan di pinggiran sungai. Ternyata kami harus bolak-balik menyeberang dari kiri ke kanan beberapa kali. Kadang bahkan berjalan tepat di tengah aliran sungai.
Siang itu debit air relatif tinggi, kira-kira sepinggang. Arusnya juga lumayan deras, sampai kaki sering terseret. Dari pemandu, kami disarankan berjalan tanpa mengangkat kaki terlalu tinggi agar pijakan tetap stabil.

Sekitar 30 menit menyusuri sungai, kami sampai di tangga vertikal bertali. Dari sana suara curug mulai terdengar. Setelah naik, sampailah kami di curug pertama: Curug Ciburial.
Curug ini keren banget karena bentuknya benar-benar seperti gambaran air terjun pada umumnya. Tebingnya tinggi, tetapi kolam di bawah jatuhan air tidak terlalu dalam. Untuk sampai ke bawah air terjun, harus menyeberang sungai lagidengan kabel tali yang kuat sebagai pegangan.

Setelah duduk santai dan berfoto sekitar 40 menit, kami lanjut ke curug kedua, Curug Kembar. Jalurnya menanjak sekitar 20 menit. Saat itu waktu sudah lewat pukul 13.00 dan kami sangat lapar, jadi kami memutuskan untuk makan camilan sambil menikmati pemandangan Curug Kembar. Lanjut makan indomie di dekat Curug Kembar juga, ada beberapa warung sepanjang Curug Kembar hingga Curug Hordeng.

Destinasi terakhir adalah Curug Hordeng. Perjalanan dari Curug Kembar menanjak lagi sekitar 20 menit. Menurut gua, lokasi ini paling cocok untuk berenang karena ada semacam kolam dengan arus yang tidak terlalu deras. Tetap harus hati-hati karena kedalamannya bisa mencapai 2 sampai 6 meter, menurut papan peringatan.

Setelah berenang sekitar 30 menit, kami memulai perjalanan terakhir: kembali ke titik awal trekking. Estimasi waktunya sekitar 40 menit sampai satu jam, dengan jalur menanjak dan cukup panjang, sekitar 2-3 km. Setelah menempuh 55 menit berjalan kaki, akhirnya kami sampai kembali di titik awal. Kembali ke titik awal di pukul 15.30 an.
Secara keseluruhan, pengalaman trekking ke curug ini cukup berbeda dibanding trekking gunung. Kalau naik gunung biasanya menanjak saat berangkat dan turun saat pulang, trekking curug justru kebalikannya.
Lintasan sungainya juga jadi pengalaman baru buat gua. Destinasi akhirnya pun menarik, bukan puncak, melainkan curug tempat kita bisa bermain air dan menikmati suasana.
Untuk area Curug Ciburial, Kembar, dan Hordeng sendiri, menurut gua cukup oke. Kekurangannya mungkin di titik awal belum ada warung atau tempat mandi yang banyak.
Buat yang mau coba, bisa datang langsung ke curugnya atau kalau gak mau ribet seperti kami daftar trip, jadi gak perlu khawatir soal transportasi, karcis, atau takut tersesat. Ada banyak pilihan trip, kalau kami pakai dari Lintas Alam Sentul.
Kesimpulannya, trekking ini recommended buat teman-teman yang suka main air, yang ingin mulai trekking tanpa terlalu khawatir soal elevation gain, dan yang mau menikmati alam dekat Jakarta.